Program Social Movement Semesta Mencegah Stunting

oleh -164 Dilihat
oleh

Pekanbaru – Program ini, yang merupakan gerakan mencegah dan menurunkan angka stunting dengan #CukupDuaTelur, Jumat (14/7/2023) membagikan telur kepada anak yang terindikasi stunting di Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru, dengan kegiatan pembagian telur, dipusatkan di Kantor Camat Limapuluh.

Kegiatan kali ini juga melibatkan dua kakak asuh anak stunting, yakni Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau, yang diwakili oleh Hasan Liem dan Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Riau, Arif Eka Saputra. Kegiatan dihadiri Said Masri mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau dan Sekretaris Camat Limapuluh, Afrizal Zakir.

Said Masri mengatakan, pemerintah pusat memiliki target penurunan stunting tahun 2024 turun menjadi 14 persen. Di Provinsi Riau, tahun 2021 stunting di Riau berada di angka 22,3 persen, selanjutnya pada tahun 2022 berada di angka 17 persen, atau turun sebanyak 5,3 persen. Melalui kegiatan pemberian telur kepada anak yang terindikasi, maka pihaknya optimis target tersebut bakal tercapai.

“Kita terus mendorong, karena merupakan program Bapak Asuh Anak Stunting dan Kakak Asuh Anak Stunting, dalam rangka percepatan penurunan stunting. Sejalan dengan komitemn Gubernur Riau dan Penjabat Walikota, sehingga keluarga yang beresiko stuting, dapat bantuan telur,” jelasnya.

Dikatakan, walaupun kecil atau sedikit jumlah stunting di suatu daerah tetap dilakukan pencegahan, maka sekarang diarea pencegahan supaya zero new stunting.

“Berapapun jumlahnya harus diselesaikan, satu orangpun satu wilayah tetap dilokuskan, supaya nanti zero new stunting, jadi kedepan itu bayi yang dilahirkan tidak stunting, dalam rangka penurunan stunting,” ungkapnya.

Sementara Afrizal Zakir mengatakan, di Limapuluh, difokuskan di tiga kelurahan diberikan kepada 15 orang anak yaitu di Kelurahan Tanjung Rhu, Pesisir dan Kelurahan Sekip.

“Alhamdulillah, mendapat bantuan untuk mencegah stunting, terutama di Kelurahan Tanjung Rhu. Selain dari banyak pihak, Pak Pj Walikota juga sudah memerintahkan 22 yang harus dibantu oleh kepala OPD selama enam bulan dan sudah bejalan selama tiga bulan,” katanya.

Dikatakan, program ini menjadi kegiatan yang menyentuh langsung kepada anak yang terindikasi stunting, sehingga sangat diapresiasi.

“Kami mengucapkan terimasih, jadi manfaatkanlah telur ini untuk anak, terutama saat mereka makan. Semoga dengan program ini bisa menekan terus angka stunting,” ujarnya.(Na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *