BKKBN Riau latih 30 kader KB percepat turunkan prevalensi stunting

oleh -290 Dilihat
oleh

Pekanbaru : Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Riau melatih 30 kader
KB angkatan-I untuk memperkuat kompetensi mereka dalam mempercepat penurunan 17 persen prevalensi
stunting di Riau menjadi 14 persen tahun 2024 sesuai target pemerintah.
“Berdasarkan Perpres No 22 tahun 2021 tentang Pemerintah menargetkan percepatan penurunan stunting
dan dilaksanakan sesuai program yang disusun dalam RPJM 20220-2024 itu,” kata Kepala Kantor
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Riau Mardalena Wati Yulia di
sela pembukaan Pelatihan tekhnis Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Anak Stunting (BKB EMAS) diikuti
30 peserta angkatan-I di Pekanbaru, Senin.
Ia mengatakan, di Riau masih ada daerah dengan prevalensi stunting di atas 20 persen sehingga
membutuhkan upaya yang lebih maksimal lagi dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting tersebut
melalui program BKB itu.
Ia menyebutkan Riau memiliki sebanyak 1.856 desa/kelurahan namun demikian belum semua desa
membentuk BKB atau BKB sudah ada namun tidak aktif lagi.
“Karena itu para kader KB di daerah diminta untuk mengaktifkan BKB sekaligus melaporkan cakupan
kelompok BKB dan membantu pendamping KB untuk melaporkan kegiatan mereka dalam aplikasi New Siga.
Peserta setelah pelatihan diharapkan aktif memonitoring pelaksanaan kegiatan di kelompok BKB EMAS itu,”
katanya.
Melalui pelatihan tekhnis BKB Emas ini, katanya, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap
serta keterampilan peserta dalam pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan pencegahan
stunting melalui kelompok BKB.
Selama dalam pelatihan ini, katanya lagi, mereka mendapatkan bimbingan tekhnis bagaimana menjelaskan
kepada keluarga tentang kebijakan dan program pelatihan tekhnis BKB EMAS, menjelaskan penerapan
delapan fungsi keluarga dalam masa 100 HPK.
Selain itu memperhatikan cara menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan anak Baduta, mempraktekan
cara menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan anak baduta, serta mempraktekan stimulasi
perkembangan anak pada masa 1000 HPK serta menjelaskan peran ayah dan anggota keluarga lain dalam
masa 1000 HPK.
Remon Hendra Ketua Pokja Pelatihan dan pengembangan Perwakilan BKKBN Provinsi Riau mengatakan,
pelatihan BKB EMas tingkat Provinsi Riau tahun 2023 selama lima hari bagi pengelola KB terdiri atas dua
angkatan masing-masing dengan 30 peserta.
Peserta pada angkatan pertama berasal dari Kabupaten Rohul 5 orang, Kabupaten Rohil 5 orang,
Kabupaten Siak 5 orang, dan Kabupaten Kuantan Singingi 5 orang, Kabupaten Bengkalis 5 orang, dan Kota
Pekanbaru sebanyak 5 orang
Berikutnya akan digelar lagi pelatihan angkatan kedua untuk meningkatkan kompetensi kader KB dan
tenaga OPD KB berasal dari Dumai, Kepulauan Meranti, Inhil dan Kabupaten Pelalawan serta Kampar.
“Untuk angkatan pertama ini peserta selain berasal dari Kader KB juga dua orang dari ASN OPD KB.
Kepada ASN OPD KB yang sudah dilatih diharapkan bisa menggelar pelatihan yang sama di instansi
mereka masing-masing,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *