Menko Muhadjir : Penanganan STUNTING jangan Tunda Lagi

oleh -217 Dilihat
oleh

Pekanbaru : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir
Effendy mengatakan penanganan stunting tidak boleh berhenti meski Presiden RI berganti.
“Siapapun presiden, gubernur, wali kota, camat, dan lurah yang berganti maka
penanganan stunting harus berkelanjutan selama kita masih hidup,” kata Menko PMK Muhadjir
Effendy dalam kunjungan kerja ke Balai Penyuluhan Kecamatan Marpoyan Damai, Kota
Pekanbaru, Riau, Jumat.


Menko Muhadjir Effendy mengatakan untuk menangani stunting berkelanjutan tidak mudah, harus
kerja keras. Apalagi jika ingin menjadi negara maju maka angka stunting harus di bawah 10
persen.
Sebab, katanya, untuk membangun negara harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM)
yang sehat dan SDM sehat ditentukan sejak lahir tidak stunting. Karenanya penurunan
angka stunting juga harus terintegrasi dengan penanganan keluarga miskin.

“Tidak boleh ada lagi warga di Pekanbaru atau di Riau memiliki anak stunting tapi tidak menerima
bantuan karena belum terdata dalam keluarga miskin. Jika tidak terdata di kota maka keluarga itu
masih bisa menerima bantuan sosial di provinsi maupun kementerian,” kata Menko Muhadjir.
Untuk lurah dan Penggerak PKK, katanya, harus tahu warga mereka yang hamil, menggerakkan
bidan desa untuk melihat kondisi kesehatan ibu hamil. Jika mereka dari keluarga tidak mampu
maka harus dicek apakah telah menerima bantuan sosial atau belum.
Jika belum, katanya, harus diberikan bansos. Dana desa bisa dipakai untuk
penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem atau dari APBD. Dia juga meminta puskesmas agar
tidak lagi memberi biskuit sebagai makanan tambahan bagi ibu hamil, namun mengganti dengan
makanan lokal yang bergizi.
“Di Pekanbaru banyak ikan yang mengandung protein, ini lebih sehat, ikan memiliki protein lebih
bagus untuk ibu hamil dan janinnya. Ibu hamil rajin memeriksakan kandungan dengan USG di
puskesmas. Ini nggak bayar. Awas ya kalau bayar. Dengan demikian jika ada tandatanda stunting bisa langsung diintervensi. Sebab penanganan stunting lebih mudah ketika bayi
masih dalam kandungan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *