Tuntut Keadilan, YELVI Datangi Kantor Hukum Asep Ruhiat & Fatners

oleh -155 views

Pekanbaru – Korban hanyut bersama anaknya, di sungai Desa Terantang, Yelvi, di dampingi suaminya, Edi Sukamto, mendatangi kantor hukum Asep Ruhiat and Fatners. Kedatangan korban, untuk meminta bantuan hukum, terkait adanya indikasi kelalaian, oleh penambang galian c di lokasi kejadian, Kamis, (13/1/2022).

Pasalnya saat Yelvi, bersama 3 orang anaknya yakni Wulan (20), Naila (6), dan Yusuf (4), bermain di tengah sungai Desa Terantang, hanyut terseret arus. Beruntung Yelvi, dapat terselamatkan, namun ke tiga anaknya harus menjadi korban.

“Saat itu anak saya yang paling kecil hanyut, saat bermain dengan saya dan sayang tangkap. Tapi kami akhirnya terseret arus, mengingat di lokasi ada aktivitas galian C di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Yelvi juga mengaku, masih dalam keadaan trauma akibat meninggal nya ke 3 anaknya, yang hanyut di sungai Desa Terantang, pada awal desember tahun 2021 lalu.

“Saya berharap, ada tindakan hukum, agar kasus yang sama, tidak lagi terulang, akibat dugaan kelalaian dan aktivitas penambangan galian C, yang di sinyalir tidak memiliki izin,” tambahnya lagi.

Dirinya mengaku masih merasa trauma, akibat kejadian yang di alamnya, yang mengakibatkan 3 anaknya meninggal dunia, hanyut terbawa arus sungai.

“Saya masih trauma, dan sampai saat ini belum ada etika baik dari pemilik penambangan galian C, di lokasi anak saya dan saya hanyut, karena hisapan dari mesin galian C sangat kencang,” tegasnya lagi.

Menanggapi hal ini, kuasa hukum korban, Asep Ruhiat SH. MH mengaku, akan melaporkan kasus ini, kepada aparat penegak hukum/ untuk di tindak lanjuti.

“Kita akan mengajukan pelaporan dugaan indikasi kelalaian terkait aktivitas penambangan, yang menyebabkan korban jiwa,” terang Asep.

Pihaknya menilai, karena hal ini di duga terjadi, akibat adanya aktivitas galian C di lokasi kejadian, yang harus di tindak lanjuti.

“Karena kita menduga, aktivitas galian C yang ada di lokasi tersebut, tidak memiliki izin dan beraktivitas di luar dari yang seharunya,” tambahnya lagi.

Jika memenuhi unsur pidana, pihaknya berharap aparat penegak hukum, dalam hal ini jajaran polda riau, dapat di tindak lanjuti.

“Hari ini, kita akan langsung mengajukan laporan dugaan pidana, ke Polda Riau, terkait kasus tenggelam nya 3 anak klien kami, yang di sinyalir akibat adanya aktivitas galian C di lokasi hanyutnya korban,” tutupnya. (Zur)

No More Posts Available.

No more pages to load.