Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Ukui Bersama TNI Kompak Gelar Operasi Yustisi

oleh -205 views

Pelalawan – Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Ukui terus lakukan untuk menahan laju penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Ukui, oleh Polsek Ukui, Polres Pelalawan, Sabtu (13/02).

Kegiatan di pimpin oleh Kepala Sentra Kepolisian (Ka Spk II) Aiptu Edward Panjaitan beserta 3 anggota lainya didampingi oleh 2 Personil TNI, laksanakan operasi yustisi di wilayah hukum Polsek Ukui.

“Pemberian sanksi ditegaskan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang diterbitkan pada 4 Agustus 2020 lalu,” kata Aiptu Edward.

Adapun yang menjadi sasaran operasi yustisi kali ini adalah Perniagaan, perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah makan, maupun jalan umum yang ada kumpulan masa.

“Operasi tersebut dilaksanakan secara persuasif dan edukatif serta memberikan tindakan tegas sesuai aturan yang tertuang dalam Pergubri No 55 Tahun 2020 maupun perbup Pelalawan No 63 Tahun 2020 yakni sanksi teguran tertulis/lisan, sanksi sosial, denda administratif hingga pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Pelaksanaam Operasi Yustisi kita laksanakan bersama personil TNI, dengan kehadiran personil TNI tentunya menambah semangat dalam pelaksanaanya, selain itu sinergitas antara TNI-Polri yang selama ini sudah berjalan semakin baik.

“Kunci keberhasilan pengendalian penyebaran Covid-19 adalah dengan selalu disiplin protokol kesehatan di segala aktivitas yang dilakukan,” ujar Kapolsek Ukui AKP Rifendi S.Sos.,M.Si.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, masyarakat harus menyadari bahwa masyarakat adalah ujung tombak dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 ini, untuk itu penting sekali protokol kesehatan ini diterpakan.

“Tugas kami adalah melakukan pengawasan dan selalu mengingatkan apakah disiplin protokol kesehatan tersebut sudah berjalan,” tutupnya. (Eni)