Polsek Ukui Bersama TNI dan Ormas Bersinergi Lakukan Pengamanan Jumat Agung Seluruh Gereja Di Kecamatan Ukui

oleh -64 views

Pelalawan – Kepolisian Sektor Ukui Resor Pelalawan mensiagakan personel untuk mengamankan jalannya peringatan Hari Wafatnya Isa Al Masih atau Jumat Agung, di Kecamatan Ukui. Untuk mendeteksi gangguan keamanan, kepolisian melakukan deteksi dini rumah ibadah

Kapolsek Ukui, AKP Rifendi S.Sos., M.Si mengatakan, seluruh personil Polsek Ukui sebanyak 20 personel dilibatkan dalam pengamanan itu. Pengamanan juga dibantu personel TNI koramil 04/Pangkalan Kuras, Ormas Pemuda Pancasila (PP), Pemuda Batak Bersatu (PBB), Banser dan Senkom.

“Rencana kegiatan pengamanan, maupun cara bertindak telah dipersiapkan, diharapkan dapat dilaksanakan secara sinergi, sehingga umat Nasrani dapat memperingati kegiatan ibadah tersebut dengan rasa aman dan nyaman,” ucap kapolsek, Jumat (02/04/2021).

Kapolsek Ukui mengungkapkan keprihatinannya atas kasus peledakan bom yang terjadi di depan Gereja Katedral, Kota Makassar beberapa waktu lalu dan berharap peristiwa serupa tidak terjadi di Kecamatan Ukui.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kapolsek menegaskan personel pengamanan diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan selama bertugas melakukan pengamanan.

“Akan kita lakukan sterilisasi Gereja, sebelum kegiatan ibadah dimulai. Kita libatkan seluruh pengamanan gereja baik internal maupun eksternal, kita tidak parno tapi jangan juga underestimate,” ujar Kapolsek.

“Kita sudah ploting tiap tiap personil untuk pengamanan seluruh gereja yang melaksanakan ibadah jumat agung di Kecamatan Ukui,” ujarnya.

Selain melakukan pengamanan gereja pada hari ini, kepolisian sektor ukui juga melakukan patroli rumah ibadah masjid, objek vital lainya seperti perbankan, perkantoran, maupun sekolah-sekolah. Tidak ada celah bagi terorisme di kecamatan ukui, kepolisian sektor ukui akan berusaha semaksimal mungkin menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya.

Untuk diketahui, Kepolisian Sektor Ukui saat ini melaksanakan siaga satu sesuai intruksi dari pimpinan polri sampai adanya pencabutan.

“Yang artinya setiap satuan polri di wilayah diwajibkan meningkatkan kewaspadaan, termasuk tidak adanya libur ataupun cuti bagi anggota selama status siaga satu ini,” tutupnya. (Eni)