Kuasa Hukum Korban Layangkan Surat Keberatan Ke Pimpinan Bank BRI Cabang Bukittinggi

oleh -1.559 views

Jempolnews.id-Bukittinggi- Kuasa hukum dugaan korban tindak asusila norma kesopanan, yang merupakan mantan karyawan Bank BRI Kcp Aur Kuning Bukittinggi, mendatangi Bank BRI Kantor Cabang Bukittinggi. Kedatangan kuasa hukum, untuk melayangkan surat keberatan, terkait penjaminan terhadap penahanan tersangka , inisal DHN, yang di lakukan pimpinan Bank Bri Kantor Cabang Bukittinggi.

kuasa hukum korban, Dwi Setiarini, meminta kejelasan, apakah penjaminan yang di lakukan,  merupakan bentuk penjaminan pribadi,  atau perusahaan. ” Kami merasa sangat keberatan dengan adanya jaminan yang dilakukan, sehingga tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka, mengingat dalam waktu dekat, tersangka akan menjalani proses persidangan” ungkapnya.

“Surat yang di berikan, sebagai bentuk upaya menuntut keadilan, terhadap kasus ini, mengingat tersangka merupakan pimpinan dari tempat korban bekerja sebelumnya” tambahnya lagi.

Kuasa hukum juga mempertanyakan sikap perusahaan,  yang diduga sengaja melindungi pelaku dugaan tindak asusila norma kesopanan, yang sampai saat ini masih merasakan menghirup udara bebas.

” Perbuatan tersangka, juga melanggar Pasal 86, tentang perlakuan pimpinan perusahaan yang mengarah ke asusila,  sehingga seharusnya,  tidak ada upaya penjaminan penahanan,  yang dilakukan baik atas nama pribadi, maupun atas nama perusahaan” terangnya lagi.

namun saat surat di layangkan, pihak management Bank,  tidak dapat memberikan komentar, dengan alasan pimpinan  sedang tidak berada di tempat.

Surat keberatan,  juga di tembuskan ke Komisi Yudisial Republik Indonesia, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi, Kepala Kejaksaan Negeri Bukittinggi, dan Ombudsman Republik Indonesia.

Pasalnya kuasa hukum korban, menilai ada yang ganjil terhadap perkara ini, mulai dari penetapan tersangka, hingga pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan, tersangka sampai saat ini tidak di lalukan penahanan. (Zuhri)

No More Posts Available.

No more pages to load.