Jalani Sidang Perdana, Majelis Hakim Tidak Lakukan Penahanan

oleh -791 views

Jempolnews.id- Pengadilan Negeri Bukittinggi, benarkan prihal persidangan perdana mantan pimpinan Bank BRI KCP Aur Kuning, Bukittinggi, Dwi Haryono Nugroho, terkait kasus dugaan tindak asusila norma kesopanan, terhadap bawahannya.

Pada persidangan perdana, beragendakan pembacaan dakwaan, berlangsung dengan singkat, dimana terdakwa di dakwa dengan pasal 294 ayat 2 ke 1, dan 281 ke 1, tentang kesusilaan penyalahgunaan jabatan.

Humas Pengadilan Negeri Bukittinggi, Munawar Hamidi mengatakan, sidang yang di pimpin oleh Ketua Majelis Hakim Said Hasan, dengan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Bukittinggi, Boby Haryanto, membenarkan terkait sidang perdana yang di gelar.

” Proses sidang perdana, memang benar sudah dilakukan, dan di hadiri oleh terdakwa dan kuasa hukumnya, dengan agenda dakwaan” terangnya.

Sementara itu, saat di tanya apakah dilakuan penahan, pihaknya menegaskan, majelis hakim tidak melakukan penahanan. ” Majelis hakim tidak melakukan penahanan terhadap terdakwa, dan merupakan wewenang dari majelis” tambahnya lagi.

Munawar Hamidi juga menegaskan, meski sudah menjadi terdakwa, namun Dwi Haryono Nugroho, masih berstatus sebagai karyawan Bank milik BUMN tersebut. ” Terdakwa masih berstatus sebagai karyawan Bank BRI, namun tidak di ketahui apakah saat ini memegang jabatan atau tidak” tuturnya.

Kuasa hukum korban, Dwi Setiarini yang langsung mendatangi Pengadilan tegaskan, akan terus pantau proses persidangan yang berlanjut. ” Kita akan tetap mengkawal kasus ini, hingga korban memperoleh keadilan, dalam perkara ini, terutama untuk memastikan terdakwa hadir di persidangan” terangnya.

“Kami selalu kuasa hukum korban, akan berupaya maksimal, untuk memperoleh keadilan dan berharap terdakwa, di ganjar dengan hukuman yang seberat beratnya” tambahnya lagi.

Kuasa hukum korban juga sangat menyayangkan tidak dilakukan penahanan terhadap terdakwa, mengingat pasal yang sudah di dakwakan, merupakan pasal berlapis. (Zuhri)